Kalau kamu sering pesan tiket atraksi wisata, theme park, atau aktivitas liburan secara online, nama Klook pasti sudah tidak asing lagi. Aplikasi ini jadi salah satu andalan traveler di Asia untuk memesan berbagai pengalaman liburan tanpa ribet antre di lokasi. Tapi, tahukah kamu bagaimana sejarah Klook berdiri, sudah menjangkau berapa negara, dan seberapa besar skala bisnisnya sekarang?
Artikel ini akan membahas tuntas seluk-beluk Klook, mulai dari sejarah pendiriannya, jangkauan pasar, jumlah mitra, keunggulan kompetitif, kelebihan dan kekurangannya, estimasi jumlah pengguna, sampai metode pembayaran yang didukung.
Klook.comSejarah Klook: Berawal dari Kesulitan Booking Wisata di Nepal
Cerita Klook bermula dari perjalanan dua sahabat sekaligus mantan bankir investasi, Eric Gnock Fah dan Ethan Lin, yang berencana liburan ke Nepal pada 2013 namun kesulitan menemukan layanan pemesanan aktivitas wisata yang praktis. Dari pengalaman itu, keduanya melihat ada celah besar di pasar: booking aktivitas wisata di destinasi (bukan tiket pesawat atau hotel) masih sangat tradisional dan belum terdigitalisasi dengan baik.
Kedua mantan bankir ini kemudian mengajak seorang software engineer bernama Bernie Xiong untuk membangun platform tersebut bersama-sama. Nama “Klook” sendiri merupakan singkatan dari “Keep Looking”, mencerminkan semangat menjelajah para pendirinya. Perusahaan resmi berdiri di Hong Kong pada bulan September 2014, dengan Ethan Lin sebagai CEO, Eric Gnock Fah sebagai COO, dan Bernie Xiong sebagai CTO.
Pada masa-masa awal, model bisnis Klook masih sederhana: menjadi marketplace kurasi yang memverifikasi kualitas operator wisata lokal, lalu menggantikan tiket kertas konvensional dengan e-ticket berbasis kode QR yang bisa langsung dikonfirmasi. Para pendiri bahkan turun langsung mengunjungi ratusan operator wisata satu per satu untuk meyakinkan mereka beralih ke sistem digital ini.
Sejak itu, perjalanan Klook terus menanjak:
- 2015 — Klook meluncurkan aplikasi mobile pertamanya dan mendapat pendanaan awal (seed round).
- 2017 — Mendapat pendanaan Seri C sebesar 60 juta dolar AS yang dipimpin Sequoia China dan Goldman Sachs, memperluas jaringan kantor ke lebih dari 15 wilayah.
- 2018 — Klook resmi menyandang status unicorn setelah putaran pendanaan senilai 200 juta dolar AS yang mendorong valuasinya melampaui 1 miliar dolar AS.
- 2019 — Mendapat suntikan dana besar dari SoftBank Vision Fund untuk ekspansi ke pasar Eropa dan Amerika Serikat.
- 2023 — Klook mencapai titik arus kas positif untuk pertama kalinya.
- 2025 — Pada 10 November 2025, Klook resmi mengajukan pendaftaran IPO di bursa saham Amerika Serikat.
Kini, Klook sudah beroperasi lebih dari satu dekade dan berkembang dari startup kecil menjadi salah satu pemain terbesar di industri “experience economy” atau ekonomi pengalaman wisata global.
Sudah Menjangkau Negara Mana Saja?
Salah satu kekuatan utama Klook adalah jangkauan pasarnya yang sangat luas. Berdasarkan dokumen resmi pendaftaran IPO Klook ke otoritas bursa AS (SEC), platform ini telah melayani lebih dari 200 pasar geografis di seluruh dunia.
Meski basis penggunanya tersebar secara global, wilayah Asia Pasifik (APAC) tetap menjadi pasar terbesar dan menyumbang mayoritas pendapatan Klook. Ini masuk akal mengingat Klook lahir dan besar di Hong Kong, dengan kantor pusat kini juga berada di Singapura, sebelum melebarkan sayap ke Eropa, Amerika Utara, hingga Timur Tengah.
Beberapa pasar utama Klook meliputi:
- Asia Timur: Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan
- Asia Tenggara: Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina
- Asia Selatan: India
- Oseania: Australia
- Eropa dan Amerika: mulai dirambah sejak pendanaan Seri D+ tahun 2019
Berapa Banyak Mitra dan Destinasi yang Dimiliki Klook?
Klook bukan cuma sekadar aplikasi kecil dengan segelintir pilihan aktivitas. Berdasarkan data terbaru dari dokumen IPO-nya per akhir September 2025, platform ini menampilkan sekitar 310.000 penawaran aktivitas yang tersebar di kurang lebih 4.200 destinasi di seluruh dunia.
Dari sisi mitra usaha, Klook menggandeng ekosistem yang sangat beragam. Perusahaan ini bekerja sama dengan basis mitra yang luas, mulai dari operator wisata skala kecil layaknya usaha keluarga hingga perusahaan besar, dengan memberi mereka akses ke basis wisatawan global yang terus bertumbuh. Skala operasionalnya sendiri terbilang masif karena harus mengelola pemasok, sistem pembayaran, hingga dukungan pelanggan di ratusan kota sekaligus, dalam puluhan bahasa dan mata uang berbeda.
Untuk menjaga kualitas layanan, Klook menerapkan standar dan protokol ketat bagi para mitranya, yang membuat rata-rata rating ulasan pengguna di platform ini terjaga di angka yang cukup tinggi, yaitu 4,7 dari skala 5,0 per akhir September 2025.
Kenapa Klook Sangat Unggul di Pasar Asia?
Ada beberapa faktor yang membuat Klook mampu bersaing bahkan mengungguli banyak kompetitornya di kawasan Asia:
- Mobile-first sejak awal Klook menyadari bahwa mayoritas wisatawan justru memesan aktivitas saat sudah berada di destinasi, bukan jauh-jauh hari sebelum berangkat. Karena itu, sejak 2015-2016 Klook fokus mengembangkan pengalaman aplikasi mobile yang cepat dan mudah, bukan hanya mengandalkan website desktop.
- Fokus pada kategori “experiences” yang masih fragmentasi Berbeda dengan tiket pesawat dan hotel yang sudah lama terdigitalisasi, kategori aktivitas dan atraksi wisata sebelumnya masih sangat offline dan tersebar di banyak operator kecil. Klook masuk lebih dulu dan menstandarkan proses booking di kategori ini.
- Diversifikasi produk “travel essentials” Selain tiket atraksi, Klook memperluas layanan ke pocket WiFi, kartu SIM, rail pass, hingga sewa mobil dan transfer bandara, menjadikannya lebih dari sekadar platform tiket wisata biasa.
- Ekspansi lewat kemitraan strategis Klook menjalin kerja sama dengan berbagai platform besar seperti Grab untuk mengintegrasikan inventarisnya, serta bermitra dengan raksasa teknologi untuk pengembangan fitur berbasis AI dalam personalisasi rekomendasi wisata.
- Skala dan kepercayaan pengguna Dengan ratusan ribu pilihan aktivitas dan rating pengguna yang konsisten tinggi, Klook berhasil membangun kepercayaan sebagai salah satu platform terbesar untuk kategori experience booking di Asia.
Kelebihan dan Kekurangan Klook
Supaya lebih objektif, berikut kelebihan dan kekurangan Klook yang perlu kamu ketahui sebelum menggunakannya:
Kelebihan Klook
- Pilihan aktivitas sangat lengkap, dari tiket theme park, atraksi wisata, tur lokal, hingga transportasi antar kota.
- Harga sering lebih murah dibanding beli tiket langsung di lokasi, karena banyak promo dan diskon eksklusif.
- Instant confirmation lewat e-ticket berbasis QR code untuk sebagian besar produk, tanpa perlu antre tukar voucher.
- Multi-bahasa dan multi-mata uang, memudahkan wisatawan lintas negara.
- Metode pembayaran fleksibel dan mendukung banyak opsi lokal di berbagai negara.
- Ulasan pengguna transparan yang membantu calon pembeli menilai kualitas sebuah aktivitas sebelum membeli.
Kekurangan Klook
- Persaingan ketat dengan kompetitor sejenis seperti GetYourGuide, Viator, dan Tiqets membuat diferensiasi produk kadang tipis; wisatawan bisa dengan mudah membandingkan harga di platform lain.
- Belum sepenuhnya menguntungkan secara konsisten. Meski pendapatan terus tumbuh, Klook masih mencatat kerugian bersih di tahun-tahun tertentu, misalnya kerugian sekitar 99,3 juta dolar AS pada 2024, karena besarnya biaya ekspansi dan pemasaran.
- Kualitas layanan bergantung pada mitra pihak ketiga, sehingga pengalaman bisa bervariasi tergantung operator wisata yang menjalankannya.
- Beberapa metode pembayaran memiliki batasan, misalnya transfer bank yang tidak mendukung refund dan butuh waktu konfirmasi lebih lama dibanding kartu kredit/debit.
- Pangsa pasar global masih relatif kecil. Menurut analisis dari laporan keuangan IPO-nya, Klook diperkirakan masih memegang kurang dari 1% pangsa pasar experience economy dunia, menandakan potensi pertumbuhan sekaligus tantangan besar ke depan.
Estimasi Jumlah Pengguna Klook
Berapa besar sebenarnya skala pengguna Klook? Berdasarkan dokumen resmi IPO yang diajukan ke SEC, Klook mencatat lebih dari 10,7 juta pengguna transaksi tahunan sepanjang 2024. Sementara itu, dari sisi volume transaksi aktivitas, tercatat sekitar 54 juta pengalaman wisata yang berhasil dipesan sepanjang 2024, dan angka ini melonjak menjadi 65 juta pemesanan pengalaman wisata dalam periode 12 bulan yang berakhir September 2025.
Dari sisi finansial, nilai transaksi kotor (gross transaction value) Klook tumbuh dari 1,8 miliar dolar AS pada 2023 menjadi 2,5 miliar dolar AS pada 2024, atau naik sekitar 36%. Sementara itu, pendapatan Klook tercatat sebesar 417,1 juta dolar AS pada 2024, meningkat 24,4% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 335,2 juta dolar AS.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meski belum menjadi yang terbesar di dunia, Klook sudah punya basis pengguna aktif dalam skala jutaan orang setiap tahunnya dan terus bertumbuh signifikan.
Metode Pembayaran yang Didukung Klook
Salah satu alasan Klook mudah digunakan wisatawan lintas negara adalah dukungan metode pembayarannya yang sangat beragam. Secara global, Klook mendukung lebih dari 40 metode pembayaran berbeda untuk memastikan mitra dan penggunanya bisa bertransaksi dari berbagai belahan dunia.
Khusus untuk pengguna di Indonesia, beberapa metode pembayaran yang tersedia di Klook antara lain:
- Kartu kredit dan kartu debit (Visa, Mastercard, dan lainnya) dengan konfirmasi instan
- Dompet digital (e-wallet) seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay
- Transfer bank, mendukung beberapa bank seperti Permata Bank, Bank Mandiri, CIMB, Danamon, dan BNI (dengan minimal transaksi tertentu dan waktu konfirmasi hingga 48 jam)
- Google Pay untuk pengguna Android
- PayPal bagi yang memiliki saldo atau kartu terhubung ke akun PayPal
- Sistem multi-mata uang, sehingga harga otomatis ditampilkan dalam mata uang lokal sesuai negara pengguna, tanpa perlu konversi manual
Perlu dicatat, tidak semua metode pembayaran mendukung semua jenis produk. Misalnya, transfer bank umumnya tidak bisa dipakai untuk pemesanan mendadak (same-day booking) karena butuh waktu verifikasi, sehingga untuk kebutuhan mendesak lebih disarankan menggunakan kartu kredit/debit atau e-wallet yang konfirmasinya instan.
Kesimpulan
Dari cerita dua bankir yang kesulitan booking aktivitas wisata di Nepal, Klook kini telah tumbuh menjadi salah satu platform booking pengalaman wisata terbesar di Asia dengan jangkauan lebih dari 200 pasar, ratusan ribu pilihan aktivitas, dan jutaan pengguna aktif setiap tahunnya. Keunggulannya terletak pada pendekatan mobile-first, diversifikasi produk, serta kepercayaan yang dibangun lewat sistem ulasan dan standar mitra yang ketat.
Namun seperti bisnis rintisan pada umumnya, Klook masih menghadapi tantangan persaingan ketat dan profitabilitas yang belum sepenuhnya stabil. Terlepas dari itu, dengan rencana IPO di bursa saham Amerika Serikat, Klook tampak semakin serius memperkuat posisinya sebagai pemain global di industri experience economy dalam beberapa tahun mendatang.
Klook.com
