Sapporo, ibu kota Prefektur Hokkaido, selalu berhasil mencuri hati para wisatawan dunia. Kota terbesar kelima di Jepang ini menawarkan perpaduan sempurna antara tata kota modern yang rapi, festival musim dingin legendaris, dan kelezatan kuliner yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.
Bagi Anda yang sedang merencanakan liburan ke Jepang, berikut adalah panduan lengkap mengapa Sapporo wajib masuk dalam bucket list perjalanan Anda!
1. Menilik Sejarah Sapporo: Dari Pemukiman Suku Ainu hingga Kota Modern
Sebelum bertransformasi menjadi kota megah seperti sekarang, wilayah Sapporo awalnya adalah tempat tinggal bagi suku asli Ainu. Nama “Sapporo” sendiri diambil dari bahasa Ainu, yaitu Sat Poro Pet, yang berarti “sungai besar yang kering”.
Sejarah modern kota ini dimulai pada tahun 1869, ketika pemerintah Jepang memutuskan untuk membangun pusat pemerintahan baru di Hokkaido. Berbeda dengan kota-kota kuno di Jepang yang jalurnya berliku, Sapporo dirancang menggunakan sistem grid ala Amerika Utara. Itulah alasan mengapa jalanan di pusat kota Sapporo sangat lurus, rapi, dan sangat mudah dinavigasi oleh wisatawan. Kota ini semakin dikenal dunia setelah sukses menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada tahun 1972.
2. Surga Kuliner: Makanan Favorit yang Wajib Dicoba di Sapporo
Hokkaido terkenal sebagai dapurnya Jepang, dan Sapporo adalah pusat dari semua kelezatan tersebut. Jika berkunjung ke sini, pastikan perut Anda siap untuk mencicipi tiga kuliner legendaris ini:

- Miso Ramen Sapporo: Sapporo adalah tempat lahirnya ramen berbasis kuah miso. Karakteristiknya adalah kuah kaldu yang kental, kaya rasa, dan biasanya disajikan dengan mi keriting, serta topping mentega dan jagung manis khas Hokkaido yang meleleh di mulut.
- Soup Curry (Kari Sup): Berbeda dengan kari Jepang yang kental, soup curry memiliki konsistensi yang cair seperti sup dengan rempah-rempah yang kuat. Biasanya disajikan dengan potongan sayuran segar yang digoreng dan paha ayam yang super empuk.
- Genghis Khan (Jingisukan): Hidangan berbahan dasar daging domba (mutton atau lamb) yang dipanggang langsung di atas wajan berbentuk kubah di meja Anda, ditemani dengan tumpukan kubis dan bawang bombay.
- Produk Susu & Seafood Segar: Jangan lewatkan soft serve ice cream dari susu Hokkaido yang super creamy, serta kepiting raja (King Crab) segar di pasar lokal.
3. Memahami Cuaca di Sapporo Sepanjang Tahun
Sapporo memiliki empat musim yang sangat kontras. Memahami siklus cuaca ini akan membantu Anda mempersiapkan pakaian yang tepat:
- Musim Semi (April – Mei): Suhu berkisar antara 5°C hingga 15°C. Salju mulai mencair, dan bunga sakura biasanya mekar lebih lambat dibanding Tokyo, yaitu sekitar akhir April hingga awal Mei.
- Musim Panas (Juni – Agustus): Berbeda dengan Tokyo yang lembap dan menyengat, musim panas di Sapporo sangat sejuk dan nyaman dengan suhu rata-rata 20°C hingga 25°C. Hampir tidak ada musim hujan (tsuyu) di sini.
- Musim Gugur (September – November): Suhu turun drastis ke kisaran 7°C hingga 18°C. Kota akan dihiasi oleh dedaunan berwarna merah dan emas yang indah (koyo).
- Musim Dingin (Desember – Maret): Suhu bisa turun di bawah 0°C (hingga -6°C atau lebih rendah). Kota ini berubah menjadi negeri dongeng putih karena dihujani salju yang sangat tebal.
4. Waktu Paling Tepat untuk Mengunjungi Sapporo
Kapan waktu terbaik ke Sapporo? Jawabannya tergantung pada pengalaman apa yang Anda cari:
- Februari (Puncak Musim Dingin): Ini adalah waktu paling populer. Jutaan turis datang untuk menyaksikan Sapporo Snow Festival (Yuki Matsuri), di mana jalanan kota dipenuhi oleh patung es raksasa yang luar biasa megah.
- Juli – Agustus (Musim Panas): Waktu terbaik jika Anda menghindari cuaca panas ekstrem. Anda bisa menikmati festival bir di Odori Park dan melihat hamparan bunga lavender yang indah di area sekitar Sapporo.
5. Tempat Wisata Populer di Sapporo yang Wajib Dikunjungi
- Odori Park: Taman luas yang membentang di tengah kota. Tempat ini menjadi pusat dari berbagai festival besar sepanjang tahun dan lokasi di mana Sapporo TV Tower berdiri kokoh.
- Sapporo Beer Museum: Satu-satunya museum bir di Jepang. Di sini Anda bisa belajar sejarah pembuatan bir ikonik Sapporo Beer sekaligus melakukan tasting langsung.
- Susukino: Distrik hiburan malam terbesar di utara Jepang. Penuh dengan lampu neon, bar, restoran, dan Ramen Alley (Ganso Ramen Yokocho) yang legendaris.
- Shiroi Koibito Park: Taman hiburan bertema cokelat yang dikelola oleh produsen camilan terkenal Hokkaido. Tempat yang sangat ramah anak dan estetik untuk berfoto.
- Gunung Moiwa (Mount Moiwa): Naik ropeway ke puncak gunung ini untuk menyaksikan salah satu dari “Tiga Pemandangan Malam Terbaik di Jepang” yang menakjubkan.
6. Kenapa Sapporo Menjadi Destinasi Favorit Wisatawan?
Sapporo menawarkan keseimbangan yang jarang ditemukan di kota besar lainnya. Kota ini tidak sepadat dan sepadat Tokyo, namun memiliki fasilitas modern yang sangat lengkap. Biaya hidup dan akomodasi di sini sering kali lebih ramah kantong. Ditambah lagi, alamnya yang asri langsung berbatasan dengan area kota, memungkinkan Anda menikmati suasana urban sekaligus petualangan alam (seperti bermain ski) hanya dalam hitungan menit.
7. Do’s & Don’ts: Apa yang Boleh dan Dilarang di Sapporo?
Demi kenyamanan dan menghormati budaya lokal, perhatikan beberapa aturan tidak tertulis berikut:
Yang Boleh Dilakukan (Do’s):
- Gunakan Jalur Bawah Tanah saat Musim Dingin: Sapporo memiliki jaringan jalan bawah tanah (Underground Pedestrian Space) yang luas. Gunakan ini agar Anda tetap hangat dan terhindar dari jalanan licin di atas.
- Membawa Kantong Sampah Sendiri: Tempat sampah umum sangat jarang di Jepang. Selalu simpan sampah Anda sampai menemukan tempat sampah di minimarket atau kembali ke hotel.
- Kenakan Sepatu Anti-Slip: Jika datang di musim dingin, belilah slip-on spikes (bisa dipasang di sol sepatu) yang banyak dijual di stasiun atau minimarket agar tidak tergelincir di atas es.
Yang Dilarang Dilakukan (Don’ts):
- Jangan Merokok Sembarangan: Sapporo menerapkan aturan ketat larangan merokok di jalanan utama. Merokoklah hanya di area khusus (designated smoking area) yang sudah disediakan agar tidak terkena denda.
- Jangan Berjalan Sambil Makan: Membeli camilan di pasar seperti Nijo Market sangat disarankan, tetapi habiskan makanan Anda di depan toko tersebut. Berjalan kaki sambil makan dianggap kurang sopan di Jepang.
- Jangan Menyerobot Antrean: Baik saat mengantre ramen di Susukino maupun saat naik kereta, budaya antre adalah hal yang sakral. Selalu tunggu giliran Anda dengan tertib.

